Anyaman Bambu Pengganti Barang dari Plastik

Plastik, telah lama menggantikan peran daun pisang, daun jati, atau anyaman bambu sebagai pembungkus makanan. Lebih praktis dan efisien, memang, tapi, bahaya yang mengancam pun tak bisa dianggap ringan.

Orang sering meremehkan dan menilai, bahwa alat kebutuhan rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu merupakan barang yang tidak bernilai. Tapi jangan salah, jika Anda memanfaatkannya maka Anda tergolong orang-orang yang berperan serta dalam meredam pemanasan global yang marak dibicarakan akhir-akhir ini.

Banyak orang jaman dulu, memanfaatkan anyaman dari bambu untuk dijadikan kebutuhan rumah tangga mereka sehari-hari. Misalkan:

  1. Jika seseorang hendak pergi ke pasar, mereka selalu membawa tempat barang belanjaannya yang terbuat dari anyaman bambu yaitu dengan menggendongnya di punggung.
  2. Jika seseorang hendak ke sawah, mereka tidak lagi memanfaatkan topi tetapi mereka mengenakan caping sebagai pelindung dari panas terik matahari.
  3. Banyak ibu-ibu yang menggunakan berbagai anyaman dari bambu untuk dijadikan alat-alat memasak. Misalkan: untuk membersihkan beras, untuk membersihkan sayur mayur, sebagai alat untuk menyaring santan dari ampasnya, tempat nasi, dan lain sebagainya.
  4. Dan banyak yang lainnya.

Tetapi tradisi tersebut kini telah hilang, kebanyakan orang sekarang memanfaatkan alat-alat kebutuhan rumah tangganya dengan alat yang terbuat dari plastik. Tanpa kita sadari bahaya dari plastik sangat bermacam-macam, apalagi jika kita tidak pintar-pintar dalam memilih peralatan yang terbuat dari plastik. penyakit-penyakit berbahaya akan menghantui kita.

Belum lagi limbahnya, jika alat-alat yang terbuat dari plastik tersebut sudah tidak layak pakai maka akan menjadi limbah atau sampah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi. Sehingga akan berdampak dan merugikan manusia.

Mari kita sebagai generasi modern, sebisa mungkin untuk dapat mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian kita dapat menjaga kelestarian bumi dan telah berperan serta dalam meredam pemanasan global.

Categories: Kreativitas, Lingkungan | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: