Musibah… Alhamdulillah…

Musibah???? Sebagian orang mengalami trauma akan musibah yang pernah terjadi padanya. Begitu juga yang aku alami 23 hari yang lalu tepatnya 3 Mei 2010. Kita harus bisa bersyukur atas apapun kehendakNya (susah,,, senang,,,) itu semua diciptakanNya untuk kita, karena begitu sayangNya pada kita. Hohohoho…. Omong apa seh?? Pokoknya intinya semua “Rasa Syukur”, itu aj.

Musibah ini berawal saat saya pulang kerja, dengan rasa senang dan sedikit lelah, ditambah lagi beberapa masalah yang terngiang di pikiran sehingga aku melamun sejenak saat naik motor. Setiba di perempatan salah satu gang di kota tempat aku tinggal sekarang, gas motor aku pelankan karena tepat di gang tersebut jalanan ramai dan berjubel.

Setelah melewati perempatan, kira-kira 30 meter aku tersadar dan melihat gundukan polisi tidur yang tidak lumayan tinggi sih. Dengan posisi tangan kiri lepas dari setir motor, aku berusaha menghindarinya dan mencoba menggenggam rem kanan (depan) sepeda motor yang aku kendarai. Dalam hitungan detik, ban motor selip dan Braaaakkk…. Motor aku lepas dan aku terpental, sampai akhirnya terpental dan tengkurep di jalan.

Mencoba untuk berdiri tetapi tidak bisa, akhirnya aku minta bantuan, dan diangkat di emperan ruko yang ada di tempat tersebut. Sekitar 15 menit berlalu, aku dibawa ke RS terdekat. Lama…lama…dan lama, menunggu petugas rontgen. Sampai-sampai 2 perawat sudah saya marahi karena kelamaan, karena rasa panas yang parah pada tangan dan dinggin pada sekujur badan sampai-sampai tubuh menggigil.

Setelah hasil rontgen di tangan Dokter, saya dijelaskan dan akhirnya yang menjadi jalan satu-satunya harus operasi karena patah tulang dan hancur pada pergelangan tangan kiriku. Kaget dan takut saat kata-kata itu keluar dari mulut Dokter, seakan ada beban berat yang menjatuhiku. Karena tidak ada yang menjaga jika aku dirawat di RS tersebut, akhirnya aku minta surat rujuk ke RS yang dekat dengan family.

Hampir jam 10 malam aku sampai di RS rujukan, 5 menit kemudian dokter datang, dan memeriksa. Setelah dipelajari dr. Dipa Y. Firmanda, Sp.OT memutuskan bahwa jam 11 malam saat itu juga akan dilakukan operasi.

Jam 10.30 malam, aku sudah siap di ruang operasi (OK), saat itu hanya ditemani peralatan medis yang besar-besar dan menakutkan, hanya terdengar detak jam yang tidak lama lagi menunjuk angka 11. Dengan keadaan badan yang menggigil karena kedinginan. 15 menit kemudian salah satu dokter masuk dan mondar-mandir di sampingku sambil bersiap-siap. Tidak lama kemudian, Zzzzzzzz….. aku tertidur dan tidak sadarkan diri.

Lama…lama…. itulah komentar Tanteku dan seseorang yang juga selalu memberiku semangat untuk sembuh. Katanya juga sih, aku keluar dari OK jam 1.30 dini dari. Dan sekitar jam 5 pagi aku baru tersadar dan merasakan kering pada bibir dan tenggorokan. Aku minta minum dan ternyata masih belum diperbolehkan. Hiks…Hiks…

Categories: Suara Hati | Tags: | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Musibah… Alhamdulillah…

  1. hik’s…hik’s…
    kok nulis gituan seh jubex…!!!
    aku jadi merasa bersalah atas semuanya….
    I Love You Jubex_koe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: