Cinta dan Penyesalan

Aku terdiam dan terpaku akan keadaan yang aku rasakan…

Apakah Penyesalan?? Apakah Cinta??

Ahhh… hati yang bimbang,,, akankah selamanya akan merasakan seperti ini??

Penyesalan karena telah mengenalnya ataukah pengorbanan karena cinta yang tak kan bisa tergapai lagi. Huufff… capek juga memikirkannya.

Kenapa pertemuan terjadi, kalau akhirnya perih yang dirasakan?

Kenapa cinta itu muncul, jika akhirnya kekecewaan yang didapat?

Salah siapa semua ini??… tidak ada yang salah, hanya waktu dan keadaan yang pantas untuk disalahkan. Dan kebodohanku, sehingga keberhasilan yang diharapkan tidak pernah bisa dirasakan.

Ahhh… mungkin cuma perasaan yang belum bisa dikendalikan. Tetapi aku yakin Alloh mempunyai rencana lain, rencana terindah untuk umatNya. Rencana yang tidak akan pernah sanggup kita untuk menebaknya.

Ohh.. Ya Robb… ijinkan hamba merengkuh kebahagian yang Engkau ridhoi. Ijinkan hamba membahagiakan orang-orang terdekatku, hanya karena ingin mengharap ridho dariMu. Semoga Engkau memberikan kesempatan kepada hambamu untuk lebih dekat lagi kepadaMu.

Aku sadar, jalan kehiduan tidak selamanya indah. Ibarat kita berjalan, tidak selamanya akan melewati jalan lurus, kadang kita melewati jalan terjal yang berliku. Seperti kehidupan yang kita jalani sekarang. Kita sebagai hamba Alloh yang tunduk dan patuh akan perintahNya, sudah sepantasnya kita bersyukur akan nikmat yang telah diberikanNya.

Jangan pernah memikirkan dosa apa yang telah diperbuat, tetapi pikirkan bagaimana kita taubat dan mengharap ampun dariNya.

Categories: Suara Hati | Tags: | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Cinta dan Penyesalan

  1. _jangan Menyesal Akan Hal Itu_
    Gak ada yang salah atas semua ini. Semua Allah yang atur, semua Allah yang akan memeberikan jawaban atas semuanya. Kita sebagai manusia yang memiliki segala macam keterbatasan, hanya bisa meminta kepadaNya akan ridhoanNya dan berusaha mengembalikan untuk menjadi lebih baik lagi atas kesalahan yang diperbuat. Karena semua kesalahan dan masa lalu yang pahit bukan untuk dikenang maupun disesali, tapi sebagai bahan kita untuk refleksi diri, semata-mata untuk memperbaiki semuanya akan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: