Doaku Untukmu

Dulu kau selalu ada di sampingku

Dulu kau selalu menemaniku kemanapun langkahku

Dulu kita barbagi rasa bersama

Dulu kita saling membutuhkan satu sama lain

Kini roda telah berputar

Dulu rasa sayang selalu menyapa

Dulu susah senang selalu terasa bersama

Tapi kini roda telah berputar …

Ketika suatu hubungan telah usai, dan kita telah melangkah berlainan, apa yang akan bisa kita lakukan?

Membencimu? Melupakanmu? Membuangmu? Atau menganggapmu tak pernah ada? Atau tak ingin lagi berurusan dan tak mau tau tentang dirimu?

Sungguh kejam jika hal tersebut terjadi. Dan sungguh kusayangkan jika hal-hal tersebut terjadi.

Kau… menjadi seseorang yang hadir dimasa lalu

Tak pernah bisa aku pungkiri, bahwa kau pernah menjadi bagian dari hidupku, pernah indah dimasanya saat itu

Haruskah saling melupakan, padahal dulu pernah bersama menuai kehidupan suka dan duka?

Haruskah tak saling kenal lagi, padahal dulu kita pernah dekat dihati masing-masing?

Jawabnya adalah “TIDAK” dan tak harus terjadi. Karena semua rasa itu tetaplah indah pada masanya …

Walau kini kita tak lagi bersama, namun kenangan bersamamu tak kan pernah dapat terhapus.

Walau kini tak lagi sejalan, namun kita pernah menjadi seirama.

Walau roda kehidupan telah berputar, namun kau tetap menjadi bagian dari kehidupanku.

Doaku untukmu, semoga dikehidupan yang baru engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Doaku untukmu, semoga kesuksesan selalu menyertai setiap langkahmu.

Doaku untukmu, semoga segala rasa, kasih dan sayang selalu melimpah untukmu.

Semoga Allah selalu memberikan keberkahan untukmu dan cahayaNya selalu menerangi setiap langkahmu…. Amin….

Categories: Suara Hati | Tags: | 3 Komentar

Wayang Janur dan Wayang Suket yang Tergeser Mainan Modern

Satu lagi karya anak bangsa yang patut dilestarikan yaitu wayang janur dan wayang rumput (suket, Jawa). Kini wayang janur dan wayang suket telah tergeser kedudukan, karena semakin banyaknya jenis mainan modern yang ada di pasaran.

Konon, wayang janur sudah ada sejak ratusan tahun silam. Pada masa itu, anak-anak berumur sekitar 10 tahun sudah memiliki tanggung jawab untuk bekerja, misalnya menggembala ternak. Sambil bekerja supaya tidak suntuk mereka membuat wayang janur atau wayang suket. Kemudian dimainkan bersama teman-temannya.

Musium Wayang kini telah mengadakan workshop wayang janur dan wayang suket. Kita harus bangga, karena masih ada pihak-pihak yang memperhatikan budaya anak bangsa yang kian hari kian menghilang.  Museum yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat ini, hampir setiap hari mengadakan workshop wayang janur dan suket kecuali pada hari pagelaran wayang.

Wayang yang biasa dibuat oleh pengunjung Museum Wayang adalah tokoh Pandawa Lima yang terdiri dari; Yudistira, Arjuna, Bima, Nakula, dan Sadewa. Membuat wayang janur dan suket relatif mudah. Bahan bakunya janur, ilalang, mundeng, serai, bambu, lidi, tali, kawat, dan kabel. Janur dan berbagai jenis rerumputan itu didapat dari lahan tidur, sempadan sungai, dan pekarangan rumah yang tak terurus.

Metode pembuatannya sangatlah sederhana, menggunakan sistem tujuh tali. Tali itu sebagai pengikat rangka wayang yang terbuat dari bambu, lidi, kawat, atau kabel. Setelah rangka diikat, kemudian suket dianyam.

Dalam prosesnya, Wayang suket memiliki filosofi kehidupan budaya Jawa. Salah satunya ”Lakuning Urip” (Perjalanan Hidup). Selama menjalani hidup, manusia harus eling (ingat), waspada, tuhu (mencintai sesama), utama (mengutamakan kejujuran), dan narima ing pandum (menerima kenyataan).

Lestarikan karya anak bangsa sebagai wujud akan cinta bangsa Indonesia, serta jadikan ikon penting untuk anak cucu kita kelak.

 

Categories: Kreativitas, Tempoe Doeloe | Tags: | Tinggalkan komentar

Di Atas Langit Masih Ada Langit, Bersyukurlah….

Ku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa

Walau lamunan dan harapanku selalu melangit

Tapi aku sadar bahwa masih ada langit di atas langit

Hanya doa yang mampu menembus langit, hingga dapat menghadirkan Rob Yang Maha Kuasa

Perjalanan jauhku kini telah mencapai pelabuhan

Walau pelabuhanku tak sesuai dengan harapanku kemarin

Tapi aku sadar ….

Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya

Hanya harapan dan pengorbanan yang selalu terlintas

Hingga aku tak kuasa tuk menggapainya sekarang

Allah maha adil, atas apa yang diperoleh umatnya

Kini hanya secerca doa dan harapan

Semoga keluargaku mendapatkan rahmat dariNya

Dan aku juga berharap ….

Semoga kasih sayangNya selalu hadir disetiap langkahku

Aminnn…….

Categories: Suara Hati | Tags: | 2 Komentar

Blog di WordPress.com.