Monthly Archives: Mei 2010

Festival Malang Kembali V (Malang Tempo Doeloe 2010)

Malang Kembali merupakan salah satu agenda rutin tahunan Kota Malang. Pada kesempatan kali ini Malang Kembali V (Malang Tempo Doeloe 2010) diselenggarakan oleh Dinas Budaya dan Pariwisata (DISBUDPAR) yang bekerja sama dengan Yayasan Inggil dan sponsor-sponsor lainnya, salah satunya Telkomsel, mengusung tema “Rekonstruksi Budaya Panji“.

fmk-v-1

Malang Kembali atau yang lebih terkenal dengan Malang Tempo Doeloe ini digelar di sepanjang Jalan Ijen mulai tanggal 20-23 Mei 2010. Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan, pameran, gelar budaya, pasar rakyat, dan workshop. Dimana acara-acara yang digelar tersebut menampilkan kekhasan tersendiri terhadap budaya Indonesia, khususnya Budaya Panji yang merupakan budaya khas Jawa Timur.

Acara yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf pada hari Kamis 20 Mei 2010 menghadirkan berbagai pertunjukan, pameran, perlombaan, dan stan sebagai ajang berbelanja barang-barang antik zaman dulu. Selain itu, acara ini juga menjadi salah satu wujud nyata yang menjadi kebanggaan tersendiri untuk mengenalkan lebih jauh budaya bangsa khususnya Budaya Panji serta mengenalkan kembali Cerita Panji kepada masyarakat Malang dan sekitar. Selama ini Budaya Panji sudah banyak ditinggalkan masyarakat Indonesia, padahal budaya luhur ini justru lebih banyak dikembangkan masyarakat luar negeri karena dianggap mampu menjawab permasalahan zaman.

Dari hasil penelitian, budaya panji merupakan satu-satunya budaya nusantara dari Malang yang menyebar hingga ke wilayah Asia. Budaya Panji dimulai dari Kerajaan Kanjuruhan, Malang, di abad ke-8 dengan hasil kesenian berupa Topeng Panji Malang.

Budaya Panji yang berasal dari Malang perlu diangkat dan dijadikan tema ikon penting Kota Malang ini, sehingga masyarakat dapat mengenal kembali tentang Budaya Panji yang berasal dari Kota Malang. Budaya Panji mengajarkan tentang kebaikan kepada sesama dan kebaikan kepada alam yang mencakup tentang tatanan sosial dan etika untuk kebaikan bersama. Salah satunya, pengaruh Budaya Panji dalam sistem pertanian nusantara yang mengedepankan sistem organik yang perlu dihidupkan kembali untuk menjamin kemandirian di sektor tersebut. Konsep pertanian dalam Budaya Panji adalah kesuburan. Bagaimana memperlakukan tanah (lahan) seperti menyayangi istri dan berhubungan dengan konservasi alam. Tidak hanya sekadar cerita tentang Panji, tetapi juga menyangkut semua kehidupan.

fmk-v-4

Zona Panggung Utama

Zona panggung utama merupakan tempat yang utama karena di sinilah acara-acara utama digelar yaitu pembukaan dan penutupan Malang Kembali V. Tidak hanya itu pada zona ini juga menampilkan beberapa macam Seni Pertunjukan Panji, antara lain: wayang orang, kakang mbakyu, parade tari, wayang kulit, batik festival, ludruk, festival menari klasik, serta tak ketinggalan juga diadakannya pawai 1.000 sepeda onthel senusantara.

fmk-v-7

Acara pembukaan Festival Malang Kembali V

Zona Panggung Terbuka (Duplikat Candi Kendalisodo, Gunung Penanggungan)

Pada zona panggung terbuka ini menampilkan berbagai macam pagelaran.

  1. Panji Pendidikan Usia Dini, antara lain: tari topeng massal 3.000 anak usia dini serta lomba pendidikan (HIMPAUDI).
  2. Seni Pertunjukan Panji, antara lain: seni pertunjukan Jaranan Klobot-Guru Jaman “Panji Mulih”, gebyag seni arek-arek, wayang topeng, dan wayang beber pacitan.

Tak hanya itu saja, dalam zona panggung terbuka ini diadakannya peringatan 100 hari wafatnya Mbah Karimun yang merupakan maestro topeng Malangan. Beliau adalah satu dari 27 seniman tradisional yang ditetapkan oleh Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2007.

Zona Konservasi Alam Panji

Zona ini menampilkan materi dan praktik pendidikan lingkungan:

a.       Pengelolaan sampah

  • Praktik pembuatan kompos
  • Daur ulang kertas

b.      Energi alternatif ramah lingkungan

  • Tungku serbuk gergaji
  • Solar box cooker
  • Solar dish infectan
  • Arang briker

c.       Pertanian organik

  • Pembuatan bio pestisida
  • Pranoto mongso

d.      Pengenalan dan praktik tanaman obat

  • Wedhang secang
  • Wedhang dewa rempah
  • Wedhang mojo
  • Sirup marem

Zona Sejarah & Legenda Panji

Pada zona sejarah dan legenda Panji ini menampilkan Exhibisi Panji, yang meliputi: duplikat hutan pertapaan Panji, jumpa tokoh legenda Panji (Ande-ande Lumut, Yuyukangkang, Ular Kayu Apiun, Klenting-klenting, Timun Mas, Buto Ijo, dll), mengenal candi-candi yang berelief Panji, dan bursa dokumen literatur langka budaya Panji.

fmk-v-2fmk-v-3Zona Pendidikan Panji

Pada zona ini mengutamakan tema Panji Pendidikan Usia Dini, yang menampilkan berbagai pagelaran-pagelaran yang diikuti oleh para guru dan siswa-siswi dari beberapa sekolah di Malang raya. Pagelaran-pagelaran yang ditampilkan antara lain: Parade Tari Tradisi (sanggar & sekolah), Ludruk Anak-anak SMP 4 Malang “Timun Mas”, dan Ludruk Guru SD se-Malang Raya “Joko Kendit-R. Panji Talangkusumo”. Serta tidak ketinggalan juga diadakannya lomba menggambar dengan media topeng yang diikuti oleh 1.000 peserta.

fmk-v-6fmk-v-5

Tidak hanya itu saja, pada zona ini juga menampilkan Seni Pertunjukan Panji yaitu Wayang Kulit & Wayang Kulit Anak-anak serta Wayang Topeng Anak Panji Laras. Workshop Panji yaitu menampilkan demo pembuatan topeng kayu dan kertas.

Zona Wayang Panji

Pada zona ini terdapat Seni Pertunjukan Panji yang menampilkan, antara lain: Pencak Dor, Kentrung Panji, Wayang Krucil, dan ketoprak. Workshop Panji yang menampilkan Workshop Tari Gunung Sari I & II. Serta Panji Pendidikan Usia Dini yang menggelar teater Panji dan tetembang anak.

Zona Legenda Musik Indonesia KOES PLUS

Pada zona legenda musik Indonesia KOES PLUS (Zona Colonial) ini, terdapat beberapa pagelaran (festival band Koes Plus, festival lukis tokoh Koes Plus, dan festival marchandise), lomba (lomba menyanyi lagu Koes Plus, lomba mirip Koes Plus, dan lomba kostum panggung tahun 70-an), dan merupakan pusat data koes plus.

Malang Tempo Doeloe menampilkan suasana tempo dulu yang menghadirkan berbagai stan (pasar rakyat) di sepanjang jalan. Penggolongan pasar rakyat tersebut antara lain:

  1. Pasar Pon, stan souvenir dan kerajinan (62 stan)
  2. Pasar Kliwon, stan benda antik dan jasa (37 stan)
  3. Pasar Wage, stan benda antik dan jasa (86 stan)
  4. Pasar Legi, stan makanan, jajanan, dan minuman tradisional (147 stan)
  5. Pasar Pahing, stan kain dan batik (88 stan)

Tak kalah menarik, di perpustakaan umum kota Malang juga menggelar pameran lukisan, pameran fotografi, pameran benda pusaka, seminar internasional Panji, serta diskusi Budaya Panji. Yang satu ini juga tidak mau ketinggalan juga, Graha Telkomsel juga menggelar jenis-jenis pembelajaran, antara lain: lomba busana tempo doeloe, lomba permainan anak tradisional, dan lomba foto.

Ditulis juga di http://ksupointer.com

Categories: Tempoe Doeloe | Tag: | Tinggalkan komentar

Cobaan & Ujian: Tidak Pandang Tempat dan Waktu

Musibah… Alhamdulillah…

3 hari di RS dan 2 minggu lebih istirahat di rumah, merupakan kegiatan yang menjenuhkan. Biasanya disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan di kantor, tapi kini hanya tidur, makan, duduk, dan sesekali jalan-jalan. Enak sih,,, tapi dari pada enaknya banyak jenuhnya, belum lagi tangan kayak pentungan (bahasa Jawa) yang harus digendong kemana-mana, dan belum bisa berfungsi (pokoknya stres banget). Sabar…sabar…sabar…

Panas, ngilu, sakit, gatal, berat, itulah yang aku rasakan sampai saat ini (pasca operasi). Oiya,, banyak juga ternyata nasihat-nasihat dokter,,, ada yang membuatku tersenyum dan ada pula yang membuatku takut dan sedih.

  • Jika ada bagian tubuh yang bengkak, usahakan ditempatkan di tempat yang berada di atas bagian jantung kita (lebih tinggi dari jantung).
  • Jika patah tulang berad di pergelangan tangan, maka jari-jari harus dilatih untuk bergerak sepaya tidak kaku (babasa Jawa).
  • Jika kebanyakan orang Jawa melarang makanan-makanan tertentu (ex: telur, ayam, ikan-ikan laut, tauge, dll), tetapi dokter malah menyarankan untuk memakan apa saja yang dilarang.

Musibah membawa nikmat ataukah musibah membawa petaka???

Syukur selalu aku panjatkan setiap saat, apapun keadaan yang aku alami aku selalu berusaha untuk bersyukur. Tetapi yang namanya manusia pasti tak ada yang sempurna.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula, itulah pribahasa yang patut aku sanding saat ini. Tapi aku sadar, yakin, bersyukur, dan berdoa. Semoga semuanya adalah awal dari kebahagiaan, untukku melangkah ke depan. Amin…

Hanya dua kata yang aku harapkan sampai saat ini “sabar dan kuat” SEMOGA!!!!

Categories: Suara Hati | Tag: | Tinggalkan komentar

Musibah… Alhamdulillah…

Musibah???? Sebagian orang mengalami trauma akan musibah yang pernah terjadi padanya. Begitu juga yang aku alami 23 hari yang lalu tepatnya 3 Mei 2010. Kita harus bisa bersyukur atas apapun kehendakNya (susah,,, senang,,,) itu semua diciptakanNya untuk kita, karena begitu sayangNya pada kita. Hohohoho…. Omong apa seh?? Pokoknya intinya semua “Rasa Syukur”, itu aj.

Musibah ini berawal saat saya pulang kerja, dengan rasa senang dan sedikit lelah, ditambah lagi beberapa masalah yang terngiang di pikiran sehingga aku melamun sejenak saat naik motor. Setiba di perempatan salah satu gang di kota tempat aku tinggal sekarang, gas motor aku pelankan karena tepat di gang tersebut jalanan ramai dan berjubel.

Setelah melewati perempatan, kira-kira 30 meter aku tersadar dan melihat gundukan polisi tidur yang tidak lumayan tinggi sih. Dengan posisi tangan kiri lepas dari setir motor, aku berusaha menghindarinya dan mencoba menggenggam rem kanan (depan) sepeda motor yang aku kendarai. Dalam hitungan detik, ban motor selip dan Braaaakkk…. Motor aku lepas dan aku terpental, sampai akhirnya terpental dan tengkurep di jalan.

Mencoba untuk berdiri tetapi tidak bisa, akhirnya aku minta bantuan, dan diangkat di emperan ruko yang ada di tempat tersebut. Sekitar 15 menit berlalu, aku dibawa ke RS terdekat. Lama…lama…dan lama, menunggu petugas rontgen. Sampai-sampai 2 perawat sudah saya marahi karena kelamaan, karena rasa panas yang parah pada tangan dan dinggin pada sekujur badan sampai-sampai tubuh menggigil.

Setelah hasil rontgen di tangan Dokter, saya dijelaskan dan akhirnya yang menjadi jalan satu-satunya harus operasi karena patah tulang dan hancur pada pergelangan tangan kiriku. Kaget dan takut saat kata-kata itu keluar dari mulut Dokter, seakan ada beban berat yang menjatuhiku. Karena tidak ada yang menjaga jika aku dirawat di RS tersebut, akhirnya aku minta surat rujuk ke RS yang dekat dengan family.

Hampir jam 10 malam aku sampai di RS rujukan, 5 menit kemudian dokter datang, dan memeriksa. Setelah dipelajari dr. Dipa Y. Firmanda, Sp.OT memutuskan bahwa jam 11 malam saat itu juga akan dilakukan operasi.

Jam 10.30 malam, aku sudah siap di ruang operasi (OK), saat itu hanya ditemani peralatan medis yang besar-besar dan menakutkan, hanya terdengar detak jam yang tidak lama lagi menunjuk angka 11. Dengan keadaan badan yang menggigil karena kedinginan. 15 menit kemudian salah satu dokter masuk dan mondar-mandir di sampingku sambil bersiap-siap. Tidak lama kemudian, Zzzzzzzz….. aku tertidur dan tidak sadarkan diri.

Lama…lama…. itulah komentar Tanteku dan seseorang yang juga selalu memberiku semangat untuk sembuh. Katanya juga sih, aku keluar dari OK jam 1.30 dini dari. Dan sekitar jam 5 pagi aku baru tersadar dan merasakan kering pada bibir dan tenggorokan. Aku minta minum dan ternyata masih belum diperbolehkan. Hiks…Hiks…

Categories: Suara Hati | Tag: | 2 Komentar

Blog di WordPress.com.