Monthly Archives: Februari 2010

Peterseli: Bumbu Dapur yang Kaya Manfaat

Peterseli tidak hanya bermanfaat untuk bumbu dapur atau hiasan makanan saja. Tumbuhan yang dikenal dengan nama latin Petroselinumm Crispum itu ternyata adalah herba yang telah dikonsumsi berabad-abad lamanya. Si hijau yang cantik ini juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, terutama vitamin A dan C.

Peterseli konon berasal dari Eropa Selatan atau Mediterania Timur dan dahulu kebanyakan tumbuh di taman-taman biara dan istana. Saat ini lebih banyak dibudidayakan dua varietas yaitu peterseli akar (var. tuberosum) akar lunak dan dapat dimakan, biasa digunakan untuk aroma masakan. Satu lagi, peterseli yang dibudidayakan hanya untuk dipanen daunnya saja. Jenis ini yang biasa digunakan untuk hiasan makanan. Akar varietas ini bentuknya kecil dan teksturnya keras seperti kayu.

Selama ratusan tahun herba ini sudah sering digunakan sebagai obat tradional untukk menanggulangi tekanan darah tinggi, nyeri haid, enuresis (mengompol), batu ginjal, batu empedum, sciatica, pembengkakan kelenjar, dan menyegarkan pernapasan.
Peterseli kaya dengan vitamin dan mineral, terutama vitamin A dan C, dan komponen-komponen lain yang berkhasiat membersihkan racun dari dalam tubuh seperti klorofil. Peterseli juga banyak digunakan untuk membantu masalah pencernaan seperti meredakan kembung, retensi cairan, gangguan lambung dan usus, juga mengurangi nyeri pada rematik dan gout. Kandungan tinggi vitamin C, asam amino, kalium, dan asam folat pada peterseli juga menjelaskan mengapa herba ini baik untuk jantung, pencernaan, tekanan darah, dan mengatasi nyeri. Peterseli juga mengandung anti histamin dan antioksidan yang dapat membantu mengatasi peradangan.

Peterseli juga dapat digunakan sebagai pereda batuk dan demam. Caranya dengan merebus 15 gram daun peterseli bersama 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Kemudian dinginkan dan saring. Minum air saringan itu sekaligus, untuk meredakan batuk serta demam Anda.

Air perasan peterseli juga bermanfaat menjaga kestabilan kandungan minyak bagi Anda yang memiliki kulit berminyak. Caranya, lumatkan peterseli segar dengan sendok kayu hingga keluar cairan atau sarinya. Campurkan dengan satu sendok madu. Lalu oleskan pada kulit wajah, diamkan selama 20-30 menit dan basuh dengan air hangat. Bilas lagi dengan air dingin dan keringkan dengan handuk. Lakukan setiap hari.

Namun perlu diketahui, peterseli tak baik jika dikonsumsi berlebihan, kandungan minyaknya bersifat toksik, dapat menyebabkan keracunan. Khusus bagi wanita hamil dan menyusui tak dianjurkan, sebab dapat menyebabkan kontraksi rahim. Demikian juga dengan penderita gangguan ginjal, karena dapat mengiritasi jaringan ginjal.

Bangsa Yunani dan Romawi zaman dahulu percaya bahwa parsley dapat menyerap uap minuman anggur dan mencegah mabuk. Pada zaman pertengahan dan renaissance, para ahli tanaman obat menggunakan herba ini untuk mengobati gangguan ginjal dan lambung, gigitan serangga dan melawan infeksi.

Efek maksimum peterseli hanya dapat diperoleh dengan cara menjaga kesegarannya.
Bungkus dengan serbet kertas yang sudah dibasahi air sebelum disimpan dalam lemari es.
Jangan dimasak terlalu lama agar rasa dan vitaminnya tidak hilang. Masukkan peterseli pada saat makanan hampir selesai dimasak.
Sebaiknya gunakan yang segar daripada yang sudah dikeringkan karena kurang begitu baik untuk kesehatan. Untuk menyimpan lebih lama, peterseli boleh dibekukan. Cukup dicuci bersih, iris halus dan simpan di tempat es.

Categories: Kesehatan | Tag: | 2 Komentar

Kedelai Hitam: Si Hitam Kaya Manfaat dan Menyehatkan

Siapa yang tak mengenal kedelai, kedelai adalah bahan dasar pembuatan tempe dan tahu, akan tetapi beda halnya dengan kedelai hitam yang tidak sepopuler dengan kedelai kuning. Namun dibalik kulit gelapnya tersimpan beragam manfaat untuk kesehatan bagi tubuh kita dan telah terbukti lebih unggul dibandingkan jenis kedelai lainnya.

Kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan sebagai sumber utama protein dan minyak. Sedangkan untuk komposisi gizi kedelai bervariasi tergantung varietas yang dikembangkan dan juga warna kulit maupun kotiledonnya.

Kedelai hitam mempunyai kandungan protein yang bervariasi antara 37-41 persen, serta kandungan lemak 11-21 persen. Kandungan asam mino glutamate pada kedelai hitam sedikit lebih tinggi daripada kedelai kuning, karena itu rasa kedelai hitam lebih gurih dibandingkan kedelai kuning.

Secara garis besar, kedelai dibedakan menjadi kedelai kuning dan kedelai hitam. Kedelai yang berkulit hitam saat ini sedang menjadi incaran peneliti gizi dan kesehatan. Ternyata, di dalam kedelai hitam mengandung antisianin. Antisianin tersebut sangat potensial mencegah proses oksidasi yang terjadi secara dini dan menimbulkan penyakit degeneratif.

Oksidasi LDL kolesterol merupakan awal terbentuknya plak dalam pembuluh darah yang akan memicu berkembangnya penyakit tekanan darah tinggi dan berkembangnya penyakit jantung koroner.

“Pada orang yang menderita arterosklerosis terdapat plak-plak di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan aliran darah dan oksigen tidak lancar. Sehingga terjadi pengerasan pembuluh darah dan mengakibatkan penyakit seperti jantung koroner, stroke, dan beragam penyakit berbahaya lainnya,” papar Guru Besar Fakultas Pertanian dari Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Ir. Mary Astuti, MS dalam seminar bertajuk “Mengupas Keunggulan Kedelai Hitam”, di Jakarta.

Ketika penderita arterosklerosis rajin mengonsumsi antisianin, zat ini mampu melancarkan sumbatan di dalam pembuluh darah. Antisianin dari kulit kedelai mampu menghambat oksidasi LDL kolesterol. Dia menambahkan, dengan rajin mengonsumsi tempe dan produk olahan kedelai hitam sebanyak 150 gram/hari mampu menurunkan kadar kolesterol.

Menurut penelitian yang di lakukan oleh Shin Joung Rho Dai Hanyang University yang dimuat dalam Jurnal of the Science of Food and Agriculture adalah membantu menurunkan kolestrol, hal ini dikarenakan kandungan anthosianin yang hanya ada di kedelai hitam. Mengapa? karena anthosianin berada pada kulitnya yang hitam. Kolestrol adalah salah satu jenis lemak dalam tubuh yang berguna untuk pembentukan sel dan berbagai hormon. Menurut The National Cholesterol Education Program, seharusnya kadar kolestrol tidak lebih 200 mg/dl. Menurut penelitian bila mengonsumsi sekitar 50 gr protein kedelai hitam setiap hari dapat menurunkan kadar kolestrol sampai 12%.

Selain mampu menghambat oksidasi LDL kolesterol kandungan flavonoid yang dimiliki kedelai hitam dapat berfungsi sebagai antikanker. Kandungan flavonoid, banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian. Salah satu yang termasuk isoflavon adalah genistin. Sedangkan kedelai yang dibuat tempe mempunyai kandungan genestin paling tinggi dibandingkan produk olahan kedelai lainnya.
Tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan, Berdasarkan penelitian yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Mary Astuti, MS (alumnus Department of Food Nutrition University Agriculture Jepang), kedelai hitam mampu mengurangi gejala-gejala menopause pada wanita. Karena struktur kedelai mirip dengan struktur hormon estrogen. Salah satu senyawa yang menyerupai estrogen yang terdapat di dalam tanaman adalah isoflavon.

Sehingga, keluhan yang biasa dialami wanita yang telah memasuki masa menopause seperti badan terasa panas (hot flashes), keringat banyak, berdebar-debar, nyeri otot dapat diatasi dengan mengonsumsi kedelai hitam. Disamping itu, juga dapat menghambat penuaan dini pada wanita.

Sumber:

http://melayubertuah.wordpress.com

http://bumiganesa.com

http://www.suarapembaruan.com, & http://id.88db.com/

Categories: Kesehatan | Tag: | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.